Social Bar

Popunder

Postingan Populer

Kamis, 06 Maret 2025

Pabrik Gula Surabaia abad ke 20 (pabrik gula Bagong, pabrik gula Ketabang, pabrik gula Ketintang, dan pabrik gula Ngagel)j

Pabrik Gula Surabaia abad ke 20 (pabrik gula Bagong, pabrik gula Ketabang, pabrik gula Ketintang, dan pabrik gula Ngagel)







Pada pertengahan abad ke 20, Surabaya berkembang menjadi daerah industri terbesar di Hindia Belanda karena banyaknya industri dan perkebunan di wilayah Jawa bagian timur, terutama industri dan perkebunan gula.

Banyak pabrik pabrik gula yang dibangun di daerah Surabaya, seperti pabrik gula Bagong, pabrik gula Ketabang, pabrik gula Ketintang, dan pabrik gula Ngagel yang kemudian pabrik pabrik tersebut menjadi aset PTPN XII Surabaya.


Tidak ada pabrik gula di Surabaya pada abad ke-9, karena industri gula di Indonesia baru berkembang pada masa penjajahan Belanda. 


Pabrik gula di Surabaya pada masa kolonial 

- Pabrik gula Karah diduga sudah ada sejak tahun 1840-an.

- Pabrik gula Bagong didirikan sekitar akhir tahun 1800-an.

- Pabrik gula Tanggulangin didirikan pada tahun 1835 oleh Tionghoa.

- Perkembangan industri gula di Surabaya

- Industri gula di Surabaya berkembang pesat pada tahun 1830-an. 


Kebijakan tanam paksa oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch (1830-1833) mendorong berkembangnya industri gula di Surabaya. 

Tebu sebagai bahan baku ditanam di sekitar pabrik seperti di wilayah Ngagel, Gubeng dan sekitarnya. 



Pabrik gula Bagong mulai mengalami modernisasi memasuki awal abad 20 atau sekitar tahun 1900-an. 


Kondisi pabrik gula saat ini

- Bangunan pabrik gula Bagong masih bisa dilihat di kawasan Gubeng, namun dibiarkan kosong dan terbengkalai. 

- Pabrik Gula Tanggulangin menutup sementara pada tahun 1933 akibat tekanan Krisis Malaise. 



Pabrik gula di Surabaya pada abad ke-20 di antaranya adalah Pabrik Gula Bagong dan Pabrik Gula Rajawali I. 

- Pabrik Gula Bagong 

- Didirikan pada akhir abad ke-18

- Berlokasi di Gubeng


Menggunakan alat tradisional seperti grinder berbahan logam yang diputar secara manual menggunakan tenaga sapi


Mulai mengalami modernisasi pada awal abad ke-20

- Masih bisa dilihat bangunannya, tetapi dibiarkan kosong dan terbengkalai

- Pabrik Gula Rajawali I 

- Dibangun pada awal abad ke-20

- Dulunya istana mewah milik Oei Tiong Ham, sang Raja Gula Hindia

- Saat ini menjadi kantor pusat PT Pabrik Gula Rajawali I, anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI)

- Berlokasi di Jl. Undaan Kulon No.57-59, Peneleh, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60274

- Bergaya arsitektur Kolonial Modern



Diakui sebagai cagar budaya

- Industri gula di Indonesia mulai berkembang sejak masa Penjajahan Belanda. Hal ini didorong oleh sistem tanam paksa yang mewajibkan rakyat menanam tebu. 

Potret para warga pribumi yang di tangkap tentara KNIL Belanda (Londo Ireng) di pulau Jawa pada tahun 1890-an

 Potret para warga pribumi yang di tangkap tentara KNIL Belanda (Londo Ireng) di pulau Jawa pada tahun 1890-an



Potret para warga pribumi yang di tangkap tentara KNIL Belanda (Londo Ireng) di pulau Jawa pada tahun 1890-an


Sumber fhoto lawas http://www.atlasvanstolk.nl

TENTANG HIKAYAT AMIR HAMZAH, MANUSKRIP JAWA TERTEBAK 3000 HALAMAN TERSIMPAN DI BRITISH LIBRARY

 TENTANG HIKAYAT AMIR HAMZAH, MANUSKRIP JAWA TERTEBAK 3000 HALAMAN TERSIMPAN DI BRITISH LIBRARY




Manuskrip Menak Amir Hamza merupakan sebuah naskah kuno dari Jawa, tepatnya Yogyakarta yang masuk dalam proyek digitalisasi dan telah diunggah secara daring. Naskah kuno Serat Menak Amir Hamza, ditulis dalam aksara Arab (pegon) dengan tinta hitam di atas kertas Jawa (dluwang).


Berdasarkan kisah dari Arab-Persia, versi dalam bahasa Jawa telah ditambahkan dengan narasi mengenai putra dan cucu Amir Hamza. 

Dokumen ini berasal dari Keraton Yogyakarta dan ditulis untuk Ratu Ageng Tegalreja (sekitar 1730-1803), yang merupakan istri Sultan Hamengku Buwono I, sultan pertama Yogyakarta, dan juga ibu Sultan Hamengku Buwono II. 


Menarik untuk dicatat, Ratu Ageng Tegalreja adalah nenek buyut Pangeran Diponegoro (Raden Mas Mustahar), seorang pahlawan nasional Indonesia dalam Perang Jawa yang terjadi antara tahun 1825 hingga 1830 M. 


Dalam pengantar dokumen tersebut, ia disebut sebagai Prabu Wanodya / Kang Jumeneng Ratu Agung / Kang Ngedhaton Tegalreja. 

Dokumen ini disalin antara tahun 1792 dan sebelum tahun 1812, saat diambil oleh pasukan Inggris dari istana Yogyakarta (dalam peristiwa Geger Sepehi). 


Namun, waktu yang tepat untuk menyelesaikan penyalinan dokumen ini tidak diketahui. 

Dokumen ini dibuat dari jenis kertas Jawa, dluwang, yang terbuat dari kulit pohon murbei kertas.


Sumber: British Library



Rabu, 05 Maret 2025

Sekolah Ongko Loro (Tweede Inlandsche School)

Sekolah Ongko Loro 

(Tweede Inlandsche School)




Sekolah Ongko Loro atau Sekolah Angka Dua atau Tweede Inlandsche School adalah Sekolah Rakyat atau Sekolah Dasar jaman Hindia Belanda.


Tweede Inlandsche School tersebar di seluruh pelosok desa dengan tujuan untuk memberantas buta huruf dan belajar berhitung.

Masa pendidikan hanya 3 tahun khusus untuk masyarakat Bumiputera.


Foto adalah kelas calon guru sekolah Tweede Inlandsche School yang ada di Bandung pada tahun 1922.


Sumber foto : wereldmuseum.nl



Ijazah & Nasihat K.H. Ahmad Qusyairi = mertua Mbah Hamid Pasuruan, kepada Kyai Ahmad Shiddiq (Rais Am PBNU era Gus Dur)

Ijazah & Nasihat K.H. Ahmad Qusyairi = mertua Mbah Hamid Pasuruan, kepada Kyai Ahmad Shiddiq (Rais Am PBNU era Gus Dur)




Nasihat K.H. Ahmad Qusyairi (mertua Mbah Hamid Pasuruan) kepada Kyai Ahmad Shiddiq, Rais Am PBNU era Gus Dur, "Mad, yen ngantek anak-anak wani Karo wong tua, angel diatur Karo wong tuo, sampean ojok nemen2 leh nyeneni. Wong tuane sing kudu ndang2 wudhu, shalat lan taubat maring Gusti Allah. Sebab wanine bocah marang wong tua ora liya merga wong tuane kuwi iseh wani Karo aturane Pengeran.."


(Mad, kalo anak-anakmu masih berani membantah orang tua, masih susah diatur, jangan terlalu dimarahin. Sebaliknya orang tua harus segera ambil wudhu, shalat Sunnah dan bertaubat kepada Allah. Sebab keberanian anak membantah atau melawan orang tua, tidak lain karena orang tua masih berani melawan aturan Allah...)


_--diceritakan kembali oleh Kyai Hisyam Rifqi Ahmad Shiddiq_--


📷 KH Ahmad Shiddiq

Standplad Gemblegan Harjodaksino Tempo Doeloe

 Standplad Gemblegan Harjodaksino Tempo Doeloe 





Pasar Harjodaksino (Pasar Gemblegan)

Pasar Harjodaksino atau lebih dikenal dengan Pasar Gemblegan adalah pasar tradisional yang berdiri dan diresmikan pada tanggal 5 Juni 1987. Secara resmi, nama pasar yang berada di jalan Yos Sudarso tersebut bernama Pasar Harjodaksino. Namun, lokasi pasar yang berada di dekat perempatan Gemblegan sehingga masyarakat Solo lebih populer menyebutnya dengan pasar Gemblegan.



Pasar Harjodaksino.




Pasar Harjodaksino berlokasi di Jl Kom. Yos Sudarso, Danukusuman, Serengan, Kota Surakarta. Dengan menempati lahan seluas 7.700 m2, Pasar Harjodaksino menyediakan ragam kebutuhan pokok sehari-hari.


Asal-usul nama

Asal nama Gemblegan berasal dari daerah yang dihuni oleh abdi dalem keraton yang memiliki pekerjaan untuk membuat bokor (tempat kinang yang berasal dari Kuningan). Dalam bahasa Jawa, pekerjaan tersebut memiliki sebutan "Tukang Gemblak". Setelah mengalami perkembangan, daerah itu mulai dikenal dengan nama Gemblegan.Seiring berjalannya waktu, mulai ada peningkatan yang berupa fasilitas penunjang pasar, air bersih, listrik, dan pengelolaan sampah.


Islam Dan Budaya

 Islam Dan Budaya 






Islam adalah agama yang mengajarkan penyerahan diri kepada Allah SWT. Islam juga merupakan pedoman hidup bagi umat Muslim. 


Makna Islam :

- Islam berarti "penyerahan" atau "penundukan diri sepenuhnya kepada Allah" 

- Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir 

- Islam mengajarkan keimanan kepada Allah SWT, ketaatan kepada ajaran Nabi Muhammad SAW, dan melakukan perbuatan yang baik 

- Islam mengajarkan petunjuk hidup, etika, hukum, dan nilai-nilai yang mendalam 

- Islam adalah agama yang terbuka bagi semua orang, tanpa melihat suku, ras, atau bangsa tertentu 



Pengikut Islam

- Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan" 


Bentuk jamaknya adalah muslimin, muslimun, atau umat Islam 


Sumber Ajaran Islam :

- Kitab suci Al-Quran merupakan sumber ajaran Islam

- Islam juga memiliki aspek hukum dan yurisprudensi, iman, dan ihsan



Budaya 

Budaya adalah cara hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang. Budaya juga dapat diartikan sebagai akal budi. 


Ciri-ciri budaya 

- Budaya merupakan pola perilaku, sikap, dan pengetahuan yang diwariskan.

- Budaya merupakan identitas masyarakat.

- Budaya memengaruhi banyak aspek kehidupan manusia.

- Budaya terbentuk dari berbagai unsur yang rumit, seperti bahasa, adat istiadat, agama, politik, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.


Potensi budaya 

- Budaya memiliki potensi cipta, yaitu kemampuan berpikir yang menimbulkan ilmu pengetahuan.

- Budaya memiliki potensi rasa, yaitu karya seni.

- Budaya memiliki potensi karsa, yaitu kehendak untuk hidup sempurna, mulia, dan bahagia yang menimbulkan kehidupan beragama dan kesusilaan.


Definisi budaya menurut para ahli

- Menurut Linton, budaya adalah keseluruhan sikap dan pola perilaku, serta pengetahuan. 

- Menurut Ki Hajar Dewantara, budaya adalah hasil dari perjuangan masyarakat pada alam dan zaman. 


Kata budaya dalam bahasa Inggris

- Dalam bahasa Inggris, budaya disebut culture, yang secara etimologi berasal dari kata Latin Colere, yang artinya mengolah atau mengerjakan. 



Islam Dan Budaya 

Islam dan budaya saling mempengaruhi dan melengkapi dalam kehidupan manusia. Islam memberikan ruang bagi budaya dan tidak memisahkannya dari kehidupan sosial-budaya. 


Bagaimana hubungan Islam dan budaya ?

- Islam dan budaya saling mempengaruhi karena keduanya memiliki nilai dan simbol. 

- Islam memberikan apresiasi terhadap budaya melalui konsep al 'adah al muhakkamah. 

- Islam tidak serta merta menghapus budaya yang telah ada, tetapi memanfaatkannya sebagai media dakwah. 

- Islam menyaring berbagai norma dan nilai dari kebudayaan. 

- Islam dan budaya dapat menghasilkan manfaat dalam kehidupan masyarakat. 


Walaupun Islam bukanlah agama budaya, namun dalam banyak hal, proses memahami Islam dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari sangat dipengaruhi oleh budaya (lokal).

Islam bukanlah sebuah negara atau satu budaya . Islam adalah agama seperti agama lainnya dan orang-orang bertindak berdasarkan cara pandang mereka terhadap Islam, bukan cara pandang Islam terhadap mereka.

Agama Islam turun bersentuhan dengan kebudayaan. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan, sedangkan kebuday- aan memberi kekayaan terhadap agama. Namun, terkadang dialek- tika antara Islam dan seni tradisi atau budaya ini berubah menjadi ketegangan.