Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tentang Islam

Waliyullah Utbah Al-Ghulam Oleh : Gus Robert Miek

Waliyullah  Utbah Al-Ghulam Oleh : Gus Robert Miek Seorang Waliyullah, kekasih  Allah bernama Utbah Al-Ghulam dahulunya adalah seorang yang fasiq (sering berbuat dosa), suka bermaksiat dan bahkan ia terkenal dengan perilakunya yang buruk dan suka meminum khamr. Dikisahkan suatu hari, Utbah tertarik untuk mengikuti sebuah majelis yang diasuh oleh Syekh Hasan Al-Bishri. Saat itu, Syekh Hasan Al-Bishri membacakan satu ayat  Al-Qur'an:   أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah..." (QS Al-Hadid [57]: 16) Syekh Hasan Al-Bishri menjelasakan tafsir ayat itu dengan penjelasan yang baik dan menyentuh hati, orang-orang pun menangis mendengarnya. Lalu, berdirilah di antara mereka Utbah Al-Ghulam yang kala itu masih muda. "Wahai Taqiyal Mukminin, akankah Allah menerima taubat orang yang jahat seperti diriku?" tanya Utbah Al-Ghulam kepada Syekh...

TENTANG HIKAYAT AMIR HAMZAH, MANUSKRIP JAWA TERTEBAK 3000 HALAMAN TERSIMPAN DI BRITISH LIBRARY

  TENTANG HIKAYAT AMIR HAMZAH, MANUSKRIP JAWA TERTEBAK 3000 HALAMAN TERSIMPAN DI BRITISH LIBRARY Manuskrip Menak Amir Hamza merupakan sebuah naskah kuno dari Jawa, tepatnya Yogyakarta yang masuk dalam proyek digitalisasi dan telah diunggah secara daring. Naskah kuno Serat Menak Amir Hamza, ditulis dalam aksara Arab (pegon) dengan tinta hitam di atas kertas Jawa (dluwang). Berdasarkan kisah dari Arab-Persia, versi dalam bahasa Jawa telah ditambahkan dengan narasi mengenai putra dan cucu Amir Hamza.  Dokumen ini berasal dari Keraton Yogyakarta dan ditulis untuk Ratu Ageng Tegalreja (sekitar 1730-1803), yang merupakan istri Sultan Hamengku Buwono I, sultan pertama Yogyakarta, dan juga ibu Sultan Hamengku Buwono II.  Menarik untuk dicatat, Ratu Ageng Tegalreja adalah nenek buyut Pangeran Diponegoro (Raden Mas Mustahar), seorang pahlawan nasional Indonesia dalam Perang Jawa yang terjadi antara tahun 1825 hingga 1830 M.  Dalam pengantar dokumen tersebut, ia disebut sebagai...

Islam Dan Budaya

  Islam Dan Budaya  Islam adalah agama yang mengajarkan penyerahan diri kepada Allah SWT. Islam juga merupakan pedoman hidup bagi umat Muslim.  Makna Islam : - Islam berarti "penyerahan" atau "penundukan diri sepenuhnya kepada Allah"  - Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir  - Islam mengajarkan keimanan kepada Allah SWT, ketaatan kepada ajaran Nabi Muhammad SAW, dan melakukan perbuatan yang baik  - Islam mengajarkan petunjuk hidup, etika, hukum, dan nilai-nilai yang mendalam  - Islam adalah agama yang terbuka bagi semua orang, tanpa melihat suku, ras, atau bangsa tertentu  Pengikut Islam - Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan"  Bentuk jamaknya adalah muslimin, muslimun, atau umat Islam  Sumber Ajaran Islam : - Kitab suci Al-Quran merupakan sumber ajaran Islam - Islam juga memiliki aspek hukum dan yurisprudensi, iman, ...

Qorin

  Qorin Qorin adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada jin yang mendampingi manusia. Qorin diciptakan Allah SWT untuk menguji keteguhan iman manusia.  Ciri-ciri Qorin  - Berupa jin yang menyerupai manusia - Mengikuti manusia sejak lahir hingga meninggal - Bertugas menyesatkan manusia untuk berbuat jahat - Membisikkan was-was, melalaikan salat, dan berat membaca Al-Qur'an Jenis Qorin  - Jin Islam yang tunduk dan patuh pada perintah Allah SWT - Jin Kafir yang mengikuti iblis dan membimbing manusia ke arah yang salah Cara Menghindari Qorin Memperkuat iman, Menjadi muslim yang taat, Memperbanyak dzikir, Memohon perlindungan Allah SWT dari gangguan jin qorin, Membaca doa-doa yang ma'tsurat.  Qorin dalam Al-Qur'an - Qorin disebutkan dalam Al-Qur'an dalam surat Az-Zukhruf ayat 36  - Qorin juga disebutkan dalam Al-Qur'an dalam surat Qaf ayat 17, 18, 23, dan 27  Qorin dalam Film - Qorin juga merupakan judul film horor religi Indonesia tahun 2022 yang disutr...

Taubatlah Sebelum Dua Waktu Datang

  Taubatlah Sebelum Dua Waktu Datang Terkadang kita terperangkap dalam ilusi bahwa kematian hanya menanti mereka yang telah memasuki usia senja. Padahal, kematian tidak mengenal waktu, dan seringkali tobat dari dosa-dosa kita ditunda-tunda, seolah menganggapnya sebagai urusan yang bisa diatasi di hari tua nanti. Manusia, sebagai makhluk yang tidak luput dari perbuatan dosa, secara sadar atau tidak, sering melakukan tindakan yang menimbulkan dosa, baik melalui perbuatan maupun perkataan. Meski demikian, kita diminta untuk selalu bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, menyadari kelemahan kita dalam menahan diri dari dosa dan maksiat. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengatakan,  كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ Istighfar dan Taubat Pendusta "Semua bani Adam pernah berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang segera bertaubat." (HR. Ibnu Majah) Hadits tersebut menegaskan bahwa kesalahan adalah bagi...