Langsung ke konten utama

Taubatlah Sebelum Dua Waktu Datang

 Taubatlah Sebelum Dua Waktu Datang


https://pointcenterkediri.blogspot.com/2025/02/taubatlah-sebelum-datang-dua-waktu.html


Terkadang kita terperangkap dalam ilusi bahwa kematian hanya menanti mereka yang telah memasuki usia senja. Padahal, kematian tidak mengenal waktu, dan seringkali tobat dari dosa-dosa kita ditunda-tunda, seolah menganggapnya sebagai urusan yang bisa diatasi di hari tua nanti.

Manusia, sebagai makhluk yang tidak luput dari perbuatan dosa, secara sadar atau tidak, sering melakukan tindakan yang menimbulkan dosa, baik melalui perbuatan maupun perkataan.

Meski demikian, kita diminta untuk selalu bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, menyadari kelemahan kita dalam menahan diri dari dosa dan maksiat. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengatakan, 


كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Istighfar dan Taubat Pendusta


"Semua bani Adam pernah berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang segera bertaubat." (HR. Ibnu Majah)

Hadits tersebut menegaskan bahwa kesalahan adalah bagian dari sifat manusiawi, namun kebaikan sejati adalah saat kita langsung menyadari kesalahan tersebut dan meminta ampun kepada Allah.

Kita harus yakin bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun atas segala dosa kita, baik yang disengaja maupun tidak. Meskipun dosa kita setinggi langit, Allah tetap akan mengampuni kita asalkan kita mau bertaubat.


Sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, 


لَوْ أَخْطَأْتُمْ حَتَّى تَبْلُغَ خَطَايَاكُمْ السَّمَاءَ ثُمَّ تُبْتُمْ لَتَابَ عَلَيْكُمْ

"Sekiranya kalian melakukan kesalahan hingga mencapai langit dan bumi, kemudian kalian bertaubat, niscaya taubat kalian akan diterima." (HR. Ibnu Majah).

Namun, meskipun Allah Maha Pengampun, jangan biarkan kemurahan-Nya menjadi alasan untuk terus melalaikan kewajiban kita sebagai hamba. Kita harus menjaga diri dari perbuatan dosa.

Sebagai hamba yang lemah, kita tidak dapat menghindari maksiat, namun kita harus segera bertaubat, bahkan dari sekarang. Jangan menunda tobat dengan harapan kita masih muda dan sehat di usia tua nanti.

Allah, dalam Al-Quran, menyebut diri-Nya sebagai Dzat yang menerima taubat hamba-Nya, yang mengampuni segala dosa karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang. 

Mengutip Ustadz Amien Nurhakim, Musyrif Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darus-Sunnah menjelaskan taubat dan permintaan ampun hanya akan diterima sebelum datang dua waktu: pertama, ketika ajal menjemput, dan kedua, saat hari kiamat tiba. Oleh karena itu, marilah bertaubat sebelum dua waktu tersebut tiba, agar kita mendapatkan ampunan-Nya.


Pertama, yaitu tobat tidak diterima ketika ajal menjemput, Allah ta’ala berfirman dalam surat An-Nisa' Ayat 18:


وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا   

Artinya, “Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (QS An-Nisa': 18).   


Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan ayat ini dalam karyanya, al-Tafsir al-Munir, “Diterimanya tobat seorang hamba dan ampunan Allah merupakan nikmat dan kebaikan bagi orang-orang yang berbuat dosa dan terjerumus ke dalamnya selama tidak terus menerus melakukan perbuatan tersebut.


Para hamba Allah melakukan suatu kemaksiatan disebabkan karena adanya faktor hawa nafsu dan godaan setan, sehingga mereka pun bertobat sebelum nyawa berada di ujung kerongkongan, bahkan tobat masih diterima di saat seorang hamba menyaksikan malaikat yang mengambil ruhnya.” (Syekh Wahbah al-Zuhaili, al-Tafsir al-Munir, [Beirut: Dar al-Fikr al-Mu’ashir, 1418], jilid IV, hal. 294).


Kedua, di mana tobat seorang hamba tidak diterima lagi ialah ketika hari kiamat tiba. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat Al-An'am Ayat 158:


   هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ   

Artinya, “Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula).” (QS Al-An'am: 158).   


Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat di atas menegaskan bahwa tobat dan iman seseorang yang baru ia lakukan di hari kiamat tidaklah berguna, sebagaimana tidak bergunanya iman Fir’aun ketika baru menyadari kuasa Allah di saat ia tenggelam di laut merah. (Syekh Wahbah al-Zuhaili, al-Tafsir al-Munir, [Beirut: Dar al-Fikr al-Mu’ashir, 1418], jilid IV, hal. 294).


Dari penjelasan yang telah dipaparkan tadi, hendaknya kita mulai berbenah diri dan muhasabah untuk merenungkan kembali hal-hal yang sudah kita lakukan selama ini. Mulailah kita bersitigfar dan meminta maaf pada keluarga, kerabat hingga teman dan orang-orang yang mungkin pernah kita sakiti hatinya.   


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:


   يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ، فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ، مَرَّةٍ   

Artinya, “Wahai sekalian manusia, bertobatlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku juga bertobat kepada-Nya sehari seratus kali.” (HR. Muslim).




Syah Dien 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KORUPTOR JANCUK

KORUPTOR JANCUK  Karya : Puisi Bersajak Bebas Koruptor JANCUK Koruptor tumbuh di segala segmen di negri ini Koruptor menyelinap di instansi-instansi, di departemen-departemen dan disegala struktur hirarki dan komando  Koruptor berbondong-bondong, bergotong-royong dan berjamaah bak undangan hajatan publik figur  Koruptor JANCUK Koruptor membuat jaringan di lini-lini berbau duit Koruptor bergerak tanpa malu Koruptor mempertontonkan muka tembok Koruptor JANCUK Koruptor bermoral bejat Koruptor berakhlak hewan Koruptor berakal binatang Koruptor JANCUK Koruptor berkembang berembrio dan beranak pinak, waduh saudara-saudari ..... generasi kok ...... generasi koruptor  Koruptor tumbuh bak jamur di musim kemarau  Koruptor berkoloni bebas asal fulus dan fulus Koruptor JANCUK Koruptor memacetkan roda ekonomi dan pembangunan  Koruptor menyengsarakan rakyat Koruptor membuat negara berhutang juga perusak bangsa dan bernegara Koruptor JANCUK Koruptor biang kerok negara mis...

TENTANG HIKAYAT AMIR HAMZAH, MANUSKRIP JAWA TERTEBAK 3000 HALAMAN TERSIMPAN DI BRITISH LIBRARY

  TENTANG HIKAYAT AMIR HAMZAH, MANUSKRIP JAWA TERTEBAK 3000 HALAMAN TERSIMPAN DI BRITISH LIBRARY Manuskrip Menak Amir Hamza merupakan sebuah naskah kuno dari Jawa, tepatnya Yogyakarta yang masuk dalam proyek digitalisasi dan telah diunggah secara daring. Naskah kuno Serat Menak Amir Hamza, ditulis dalam aksara Arab (pegon) dengan tinta hitam di atas kertas Jawa (dluwang). Berdasarkan kisah dari Arab-Persia, versi dalam bahasa Jawa telah ditambahkan dengan narasi mengenai putra dan cucu Amir Hamza.  Dokumen ini berasal dari Keraton Yogyakarta dan ditulis untuk Ratu Ageng Tegalreja (sekitar 1730-1803), yang merupakan istri Sultan Hamengku Buwono I, sultan pertama Yogyakarta, dan juga ibu Sultan Hamengku Buwono II.  Menarik untuk dicatat, Ratu Ageng Tegalreja adalah nenek buyut Pangeran Diponegoro (Raden Mas Mustahar), seorang pahlawan nasional Indonesia dalam Perang Jawa yang terjadi antara tahun 1825 hingga 1830 M.  Dalam pengantar dokumen tersebut, ia disebut sebagai...

Acara Kirim Doa Para Leluhur Menjelang Puasa, Balong Ponorogo Minggu 16 Pebruari 2025

  Acara Kirim Doa Para Leluhur Menjelang Puasa, Balong Ponorogo  Minggu 16 Pebruari 2025 Berikut dokumentasi acara tersebut :