Langsung ke konten utama

Postingan populer dari blog ini

KORUPTOR JANCUK

KORUPTOR JANCUK  Karya : Puisi Bersajak Bebas Koruptor JANCUK Koruptor tumbuh di segala segmen di negri ini Koruptor menyelinap di instansi-instansi, di departemen-departemen dan disegala struktur hirarki dan komando  Koruptor berbondong-bondong, bergotong-royong dan berjamaah bak undangan hajatan publik figur  Koruptor JANCUK Koruptor membuat jaringan di lini-lini berbau duit Koruptor bergerak tanpa malu Koruptor mempertontonkan muka tembok Koruptor JANCUK Koruptor bermoral bejat Koruptor berakhlak hewan Koruptor berakal binatang Koruptor JANCUK Koruptor berkembang berembrio dan beranak pinak, waduh saudara-saudari ..... generasi kok ...... generasi koruptor  Koruptor tumbuh bak jamur di musim kemarau  Koruptor berkoloni bebas asal fulus dan fulus Koruptor JANCUK Koruptor memacetkan roda ekonomi dan pembangunan  Koruptor menyengsarakan rakyat Koruptor membuat negara berhutang juga perusak bangsa dan bernegara Koruptor JANCUK Koruptor biang kerok negara mis...

TENTANG HIKAYAT AMIR HAMZAH, MANUSKRIP JAWA TERTEBAK 3000 HALAMAN TERSIMPAN DI BRITISH LIBRARY

  TENTANG HIKAYAT AMIR HAMZAH, MANUSKRIP JAWA TERTEBAK 3000 HALAMAN TERSIMPAN DI BRITISH LIBRARY Manuskrip Menak Amir Hamza merupakan sebuah naskah kuno dari Jawa, tepatnya Yogyakarta yang masuk dalam proyek digitalisasi dan telah diunggah secara daring. Naskah kuno Serat Menak Amir Hamza, ditulis dalam aksara Arab (pegon) dengan tinta hitam di atas kertas Jawa (dluwang). Berdasarkan kisah dari Arab-Persia, versi dalam bahasa Jawa telah ditambahkan dengan narasi mengenai putra dan cucu Amir Hamza.  Dokumen ini berasal dari Keraton Yogyakarta dan ditulis untuk Ratu Ageng Tegalreja (sekitar 1730-1803), yang merupakan istri Sultan Hamengku Buwono I, sultan pertama Yogyakarta, dan juga ibu Sultan Hamengku Buwono II.  Menarik untuk dicatat, Ratu Ageng Tegalreja adalah nenek buyut Pangeran Diponegoro (Raden Mas Mustahar), seorang pahlawan nasional Indonesia dalam Perang Jawa yang terjadi antara tahun 1825 hingga 1830 M.  Dalam pengantar dokumen tersebut, ia disebut sebagai...

Acara Kirim Doa Para Leluhur Menjelang Puasa, Balong Ponorogo Minggu 16 Pebruari 2025

  Acara Kirim Doa Para Leluhur Menjelang Puasa, Balong Ponorogo  Minggu 16 Pebruari 2025 Berikut dokumentasi acara tersebut :